Erotomania, Meyakini Seseorang Mencintainya (Syndrom KepedeAN)

detik.gunanya.com- Erotomania merupakan salah satu gangguan delusi di mana seseorang merasa yakin dicintai atau ditaksir orang lain, meski kenyataannya belum tentu. Gangguan seperti ini termasuk dalam kondisi kesehatan yang langka dialami seseorang.

Syndrom KepedeAN
Erotomania, Meyakini Seseorang Mencintainya (Syndrom KepedeAN)

Penderita erotomania memiliki keyakinan yang kuat bahwa dirinya sedang disukai oleh seseorang. Orang tersebut bisa siapa saja, umumnya orang terkenal, seperti orang dengan posisi sosial yang tinggi, misalnya pejabat, selebriti, konglomerat atau mungkin tokoh politik, sekalipun mereka belum pernah bertemu sama sekali. Keyakinan ini bukanlah timbul dari kenyataan yang ada. Berkhayal, mendengar berita, atau menonton TV saja sudah cukup untuk memicu timbulnya erotomania.

Erotomania, Meyakini Seseorang Mencintainya (Syndrom KepedeAN)

Sampai saat ini belum ditemukan alasan yang jelas kenapa seseorang bisa mengalami erotomania. Kemungkinan erotomania dapat diakibatkan oleh faktor genetik, biologis, psikologis, serta faktor lingkungan.

Pahami Gejala yang Ditimbulkan dari Erotomania

Gejala utama dari penderita erotomania adalah terlalu meyakini atau salah menafsirkan seseorang mencintai dirinya. Penderita erotomania sering membicarakan orang yang disangka mencintai dirinya, bahkan tak jarang mereka terobsesi dengan orang tersebut.

Ada beberapa gejala yang dapat ditimbulkan akibat erotomania, di antaranya:

  1. Sering mengirim surat, email, atau hadiah pada orang yang dianggap mencintainya. Ia juga dapat terus menerus melakukan panggilan telepon.

  2. Merasa cemburu pada orang lain yang dianggap berhubungan dengan orang yang dianggap mencintainya.

  3. Kehilangan minat dalam melakukan kegiatan lainnya. Cenderung lebih sering menghabiskan waktunya untuk memikirkan dan membicarakan tentang orang yang dianggap mencintainya.

  4. Terlalu meyakini bahwa orang yang mencintainya, seolah sedang mencoba untuk berkomunikasi secara rahasia melalui pandangan, gerak-gerik, atau berupa status dalam media sosial.
Demikian pembahasan mengenai Erotomania (syndrom kepedean) yang cukup harus di waspadai dan dihindari agar tidak salah menafsirkan.

4 Comments

Post a Comment

Previous Post Next Post